Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
08.53
Jika suara Tuhan itu mengatakan Sabat hari ketujuh/Sabtu itu adalah yang kudus kepunyaan-Nya, kuduskanlah dan jangan berbantah-bantah.
Selamat menguduskan Sabat, Tuhan Yesus memberkati. Amin!
Takutlah Akan Tuhan
Written By Unknown on Rabu, 17 April 2013 | 08.53
Ibrani 3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman",
1 Samuel 12:22-25 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya? Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu. Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."
Dimana kamu yang aku tentang? Bukankah aku mengatakan kamu sekalian sesat?
Jika aku berkata atas keberanian dan kehebatanku, bahkan jika aku berkata2 dengan tujuan menyombongkan diri, maka Tuhan yang adalah pencipta yang tidak terbatas itu yang juga telah menebus manusia tentu tidak akan melindungiku. Karena Allah yang tidak terbatas itu tidak perlu dibela oleh siapapun. Allah itu tetap Allah. Dia esa, ajaib, kuasa dan kasih.
Adakah waktu 3 minggu yang aku berikan pada kalian itu terlalu singkat? Atau besok, lusa, atau kapan? Dua hari lagi tantangan itu. Beritahu masamu yang biasa membuat rusuh dimana-mana, pendeta2 hari minggumu yang mengajarkan sabat2 hari Minggu atau hari apapun. Aku berkata itu adalah sesat! Yang mengajarkanmu untuk makan yang haram dan menjijikan, yang berkata bahwa manusia yang beriman tidak akan bisa sempurna. Bukankah Juruselamat itu menjadi teladan dan kekuatan kita untuk menang terhadap dosa? Supaya jubah kebenaran Kristus itu dipakaikan kepada kita supaya kita serupa dengan Dia.
Juga kamu yang menertawakan imanku kepada Yesus yang adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Mana bommu yang dapat digunakan untuk menghancurkan gedung2 terkuat sekalipun?
Kamu yang suka berdoa kepada Maria ibu Yesus yang adalah manusia biasa itu. Mana kuasa doamu? Berdoalah kepada patung2 buatan manusia itu. Sampaikan tantanganku pada pastor2mu agar mereka melenyapkan aku dengan tenaga dalam atau doa2 mereka. Jika pastor2 tidak sanggup, suruh mereka mengadu pada bapa suci itu. Mungkin hanya dia yang sanggup.
Kamu yang mengaku seiman denganku tapi membenci amaran2 entah itu bagian yang terkecil sekalipun, lakukanlah sebisamu, atau berdoalah supaya Tuhan jangan melindungiku dari musuh2 yang tidak mengenal Allah yang benar itu.
Lakukanlah semau kalian pada aku yang kecil, lemah, dan bodoh ini. Gunakan doa2mu, orang2 terkuatmu, masamu, senjatamu, jimat2mu, ilmu beladirimu, kawan2mu, tenaga dalammu, ilmu2 sulapmu. Bukanlah kamu bisa berdoa mengusir Setan? Jika kamu katakan bahwa aku memakai Setan, doakan supaya Setan itu keluar dariku. Jika kamu mengatakan bahwa aku suka mengahikimi dan sombong, doakan agar aku dihardik oleh Tuhan. Jika aku tidak digunakan oleh Allah yang benar, maka tentu tidak ada perlindungan bagiku.
Kamu yang tulus kepada Allah, lebih tekun dalam2 doa2mu. Mintalah hilkmat pada-Nya untuk mengetahui mana jalan kebenaran itu. Sebab sebagaimana penyesatan itu akan datang dan bahkan lebih dahsyat, demikian juga amaran2 ini belum akan berhenti sebelum orang2 yang hidup pada jaman ini tahu mana yang benar dan mana yang sesat, dan memilih untuk menerima atau bahkan menolaknya.
1 Samuel 12:22-25 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya? Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu. Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."
Dimana kamu yang aku tentang? Bukankah aku mengatakan kamu sekalian sesat?
Jika aku berkata atas keberanian dan kehebatanku, bahkan jika aku berkata2 dengan tujuan menyombongkan diri, maka Tuhan yang adalah pencipta yang tidak terbatas itu yang juga telah menebus manusia tentu tidak akan melindungiku. Karena Allah yang tidak terbatas itu tidak perlu dibela oleh siapapun. Allah itu tetap Allah. Dia esa, ajaib, kuasa dan kasih.
Adakah waktu 3 minggu yang aku berikan pada kalian itu terlalu singkat? Atau besok, lusa, atau kapan? Dua hari lagi tantangan itu. Beritahu masamu yang biasa membuat rusuh dimana-mana, pendeta2 hari minggumu yang mengajarkan sabat2 hari Minggu atau hari apapun. Aku berkata itu adalah sesat! Yang mengajarkanmu untuk makan yang haram dan menjijikan, yang berkata bahwa manusia yang beriman tidak akan bisa sempurna. Bukankah Juruselamat itu menjadi teladan dan kekuatan kita untuk menang terhadap dosa? Supaya jubah kebenaran Kristus itu dipakaikan kepada kita supaya kita serupa dengan Dia.
Juga kamu yang menertawakan imanku kepada Yesus yang adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Mana bommu yang dapat digunakan untuk menghancurkan gedung2 terkuat sekalipun?
Kamu yang suka berdoa kepada Maria ibu Yesus yang adalah manusia biasa itu. Mana kuasa doamu? Berdoalah kepada patung2 buatan manusia itu. Sampaikan tantanganku pada pastor2mu agar mereka melenyapkan aku dengan tenaga dalam atau doa2 mereka. Jika pastor2 tidak sanggup, suruh mereka mengadu pada bapa suci itu. Mungkin hanya dia yang sanggup.
Kamu yang mengaku seiman denganku tapi membenci amaran2 entah itu bagian yang terkecil sekalipun, lakukanlah sebisamu, atau berdoalah supaya Tuhan jangan melindungiku dari musuh2 yang tidak mengenal Allah yang benar itu.
Lakukanlah semau kalian pada aku yang kecil, lemah, dan bodoh ini. Gunakan doa2mu, orang2 terkuatmu, masamu, senjatamu, jimat2mu, ilmu beladirimu, kawan2mu, tenaga dalammu, ilmu2 sulapmu. Bukanlah kamu bisa berdoa mengusir Setan? Jika kamu katakan bahwa aku memakai Setan, doakan supaya Setan itu keluar dariku. Jika kamu mengatakan bahwa aku suka mengahikimi dan sombong, doakan agar aku dihardik oleh Tuhan. Jika aku tidak digunakan oleh Allah yang benar, maka tentu tidak ada perlindungan bagiku.
Kamu yang tulus kepada Allah, lebih tekun dalam2 doa2mu. Mintalah hilkmat pada-Nya untuk mengetahui mana jalan kebenaran itu. Sebab sebagaimana penyesatan itu akan datang dan bahkan lebih dahsyat, demikian juga amaran2 ini belum akan berhenti sebelum orang2 yang hidup pada jaman ini tahu mana yang benar dan mana yang sesat, dan memilih untuk menerima atau bahkan menolaknya.
Jika suara Tuhan itu mengatakan Sabat hari ketujuh/Sabtu itu adalah yang kudus kepunyaan-Nya, kuduskanlah dan jangan berbantah-bantah.
Selamat menguduskan Sabat, Tuhan Yesus memberkati. Amin!
06.30
PENCIPTAAN DITAMPILKAN "Paket Keajaiban"
Written By Unknown on Senin, 15 April 2013 | 06.30
Label:
Adventist World,
Artikel
08.28
Berjaga - Jagalah !
Written By Unknown on Kamis, 04 April 2013 | 08.28
1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Semakin kita mendekat pada Tuhan, semakin kita sadar akan kelemahan kita, kita semakin melihat betapa tidak layaknya kita dan semakin kita rasa bahwa musuh yang besar yaitu Setan tidak pernah diam. Dia yang tahu waktu kebinasaannya sudah dekat, tidak pernah diam. Justru semakin giat dalam pekerjaan untuk menyesatkan semua orang. Penipuannya bermacam-macam. Dia menyerang dari hal dan bahkan dari tokoh2 yang sedikit mengundang kecurigaan. Hanya dengan bergantung sepenuhnya pada Yesus Kristus maka kita akan tahu dan bisa mengalahkan tipuan2 Setan besar dan jahat itu.
Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orangpilihan juga.
Dengan demikian, sudah sepantasnya kita tidak menggantungkan atau percaya kepada manusia manapun.
Jika kamu mendengar sesuatu yang kelihatannya rohani dan baik, jangan kamu percaya sebelum kamu berdoa dan menyelidiki itu dari dalam Alkitab.
Galatia 1:8,9 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
Mungkin sebagian mendengar pekabaran ini, tetapi tidak peduli, tidak tertarik bahkan tidak mau mengujinya. Mereka berkata kepada pemberi amaran: “Kamu terlalu pede, sok tahu; kamu pemberi amaran berlaku seolah2 mereka tahu masa depan; Tuhan itu masih lama lagi akan datang; dsb”. Maka ketika datang penyesat2 dari pemuka2 agama yang tampak rohani dan penuh kasih yang menipu yang berkata: “amaran itu datang dari Setan; itu ajaran sesat”. Karena mereka sudah biasa mendengarkan dan tekun mengikuti serta percaya pada pemimpin2 agama, sehingga dengan mudah mereka mengabaikan amaran dan percaya pada ajaran sesat itu.
Markus 4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Sebagian lagi percaya pada semua ajaran2 baik. Bahkan juga kamu yang percaya pada amaran seperti yang aku tuliskan. Tetapi jika kamu tidak mengerjakannya sendiri dengan menyelidikinya sendiri dalam Alkitab dan tidak berdoa dan tidak membagikannya kepada orang lain, maka jika datang pencobaan yang berat itu, kamu dengan mudah akan meninggalkan kepercayaanmu.
Markus 4:16,17 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Sebagian lagi mendengar amaran2 ini, tapi karena kesenangan dunia dan kesibukan mereka akan hal2 yang tidak penting, atau mungkin juga mengerjakan pekerjaan pelayanan tapi hanya untuk menonjolkan diri serta mencari nama, maka mereka mengabaikan amaran dan menganggapnya sebagai halangan bagi mereka untuk maju dan berkembang.
Markus 4:18,19 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Sudah sewajarnya bahwa akan lebih banyak orang yang akan memilih jalan kebinasaan itu.
Kita yang tulus kepada Tuhan, uji, hidupkan dan bagikanlah kepada semua orang, baik kepada orang baik, juga kepada mereka yang jahat kepadamu. Pantaskah orang yang egois dan mementingkan diri untuk hidup di Surga?..
Semakin kita mendekat pada Tuhan, semakin kita sadar akan kelemahan kita, kita semakin melihat betapa tidak layaknya kita dan semakin kita rasa bahwa musuh yang besar yaitu Setan tidak pernah diam. Dia yang tahu waktu kebinasaannya sudah dekat, tidak pernah diam. Justru semakin giat dalam pekerjaan untuk menyesatkan semua orang. Penipuannya bermacam-macam. Dia menyerang dari hal dan bahkan dari tokoh2 yang sedikit mengundang kecurigaan. Hanya dengan bergantung sepenuhnya pada Yesus Kristus maka kita akan tahu dan bisa mengalahkan tipuan2 Setan besar dan jahat itu.
Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orangpilihan juga.
Dengan demikian, sudah sepantasnya kita tidak menggantungkan atau percaya kepada manusia manapun.
Jika kamu mendengar sesuatu yang kelihatannya rohani dan baik, jangan kamu percaya sebelum kamu berdoa dan menyelidiki itu dari dalam Alkitab.
Galatia 1:8,9 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
Mungkin sebagian mendengar pekabaran ini, tetapi tidak peduli, tidak tertarik bahkan tidak mau mengujinya. Mereka berkata kepada pemberi amaran: “Kamu terlalu pede, sok tahu; kamu pemberi amaran berlaku seolah2 mereka tahu masa depan; Tuhan itu masih lama lagi akan datang; dsb”. Maka ketika datang penyesat2 dari pemuka2 agama yang tampak rohani dan penuh kasih yang menipu yang berkata: “amaran itu datang dari Setan; itu ajaran sesat”. Karena mereka sudah biasa mendengarkan dan tekun mengikuti serta percaya pada pemimpin2 agama, sehingga dengan mudah mereka mengabaikan amaran dan percaya pada ajaran sesat itu.
Markus 4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Sebagian lagi percaya pada semua ajaran2 baik. Bahkan juga kamu yang percaya pada amaran seperti yang aku tuliskan. Tetapi jika kamu tidak mengerjakannya sendiri dengan menyelidikinya sendiri dalam Alkitab dan tidak berdoa dan tidak membagikannya kepada orang lain, maka jika datang pencobaan yang berat itu, kamu dengan mudah akan meninggalkan kepercayaanmu.
Markus 4:16,17 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Sebagian lagi mendengar amaran2 ini, tapi karena kesenangan dunia dan kesibukan mereka akan hal2 yang tidak penting, atau mungkin juga mengerjakan pekerjaan pelayanan tapi hanya untuk menonjolkan diri serta mencari nama, maka mereka mengabaikan amaran dan menganggapnya sebagai halangan bagi mereka untuk maju dan berkembang.
Markus 4:18,19 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Sudah sewajarnya bahwa akan lebih banyak orang yang akan memilih jalan kebinasaan itu.
Kita yang tulus kepada Tuhan, uji, hidupkan dan bagikanlah kepada semua orang, baik kepada orang baik, juga kepada mereka yang jahat kepadamu. Pantaskah orang yang egois dan mementingkan diri untuk hidup di Surga?..
08.25
Murid-murid Kristus secara jelas mengingatkan kita bahwa sebagian orang Kristen akan terseret menjauh dari ajaran-ajaran Kekristenan di dalam Perjanjian Baru: "Sebab itu berjaga-jagalah!" (Kisah 20:29-31). Dan itulah yang benar-benar terjadi. Ahli-ahli sejarah yang terpercaya secara jelas mencatat bahwa orang-orang Kristen mulai tersesat dari kemurnian ajaran para rasul. Tradisi-tradisi dan ajaran-ajaran yang tidak pernah dianjurkan oleh Paulus, Petrus dan pendiri gereja Kristen lainnya secara bertahap merasuki gereja.
Perubahan dalam pemeliharan hari Sabat ke hari Minggu terjadi setelah Kitab Perjanjian Baru selesai dituliskan dan semua rasul-rasul telah mati. Sejarah mencatat bahwa orang-orang Kristen akhirnya berpindah berbakti dan beristirahat dari hari ketujuh ke hari pertama dalam minggu itu. Akan tetapi tentunya orang-orang percaya tidak berhenti memelihara Sabat hari ketujuh pada akhir pekan tersebut dan tiba-tiba mulai memelihara hari Minggu sebagai hari Tuhan. Contoh-contoh otentik mula-mula tentang pemeliharaan hari Minggu oleh orang-orang Kristen terjadi di Italia, pada pertengahan abad kedua sesudah Kristus. Selama jangka waktu yang panjang sesudah itu banyak orang Kristen masih memelihara kedua hari tersebut, sementara yang lainnya masih hanya menyucikan hari Sabat.
Pada tanggal 7 Maret, tahun 321 Masehi, Konstantin yang Agung pertama kali mengeluarkan undang-undang sipil hari Minggu, yang memerintahkan semua, orang kecuali petani, di wilayah kerajaan Romawi untuk beristirahat pada hari Minggu. Undang-undang ini, bersama dengan lima undang-undang sipil lainnya yang dititahkan oleh Kaisar Konstantin mengenai hari Minggu, menjadi contoh hukum bagi semua undang-undang sipil tentang hari Minggu mulai dari saat itu hingga sekarang. Di abad keempat, Sidang Laodekia melarang orang Kristen untuk berhenti bekerja pada hari Sabat, dan berbakti pada hari Minggu dan sedapat mungkin berhenti bekerja pada hari itu.
Sejarah mencatat bahwa perbaktian hari Minggu dan pemeliharaannya hanyalah buatan manusia. Alkitab tidak mengijinkan perubahan peniadaan hari Sabat dari Perintah keempat. Nabi Daniel meramalkan bahwa selama masa Kekristenan, suatu kuasa penipu akan mencoba mengubah hukum Tuhan Allah
Paus, dengan kesombongannya, yang telah mengubah hukum Allah yang kudus itu. Dia menetapkan peraturan2 gereja sesuai kehendaknya dan bukan kehendak Allah.
Dia mengubah Sabat hari ketujuh menjadi hari Minggu dengan mengatakan itu adalah hari kemenangan/hari Tuhan karena Yesus bangkit pada hari tersebut. Dia juga membuat banyak orang menyembah patung yang melanggar ketetapan Allah. Memasukan hari2 raya kafir dalam perayaan gereja seolah2 itu lebih penting daripada hari Sabat/hari ketujuh kepunyaan Allah itu. Paskah, Natal, dsb dirayakan dan Sabat diabaikan. Hari Minggu dijadikan hari libur internasional. Tanpa kuasa Setan penguasa dunia itu, penyesatan itu akan hilang. Tapi ada sekelompok umat yang kecil yang menolak kekuasaannya. Mari bergabung bersama Kristus untuk mengalahkan Setan itu.
Keluaran 20:4-6 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Menganggap Maria ibu Yesus itu sebagai orang yang harus disembah. Menghujat Allah dengan menganggap dirinya bapa suci dan dirinya serta wakil2nya yaitu para pastor, uskup, paroki, dsb dapat mengampuni dosa atas kuasa yang diberikan oleh Allah. Dia (paus itu) mengatakan bahwa dia adalah wakil Allah di Surga, di dunia dan di neraka. Pembohong, penghujat serta pengacau (Babel besar).
Hanya oknum Allah yang dapat mengampuni dosa. Siapa percaya kepada penyesat itu akan menerima cawan murka Allah yaitu kebinasaan yang kekal.
Kamu yang merasa sudah meninggalkan babel itu melalui reformator2 tetapi tetap menerima tanda binatang itu, yaitu hari Minggu, kamu tidak berbeda dengan dia yang akan binasa. Berbaliklah pada Allah yang menuliskan segala ketetapan-Nya dalam Alkitab. Hanya Alkitab panduan kita untuk berjalan seturut kehendak Allah.
Semuanya harus dituruti. Justru tuntutan Taurat yang berat itu, sehingga kita tidak dapat bebas dari pelanggaran. Tetapi dalam iman kepada Yesus Kristus, kita akan menghasilkan penurutan kepada Taurat yang kudus itu..
BABEL BESAR SERTA DARI MANAKAH ASAL MULA SABAT HARI MINGGU?
Written By Unknown on Selasa, 02 April 2013 | 08.25
Daniel 7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Murid-murid Kristus secara jelas mengingatkan kita bahwa sebagian orang Kristen akan terseret menjauh dari ajaran-ajaran Kekristenan di dalam Perjanjian Baru: "Sebab itu berjaga-jagalah!" (Kisah 20:29-31). Dan itulah yang benar-benar terjadi. Ahli-ahli sejarah yang terpercaya secara jelas mencatat bahwa orang-orang Kristen mulai tersesat dari kemurnian ajaran para rasul. Tradisi-tradisi dan ajaran-ajaran yang tidak pernah dianjurkan oleh Paulus, Petrus dan pendiri gereja Kristen lainnya secara bertahap merasuki gereja.
Perubahan dalam pemeliharan hari Sabat ke hari Minggu terjadi setelah Kitab Perjanjian Baru selesai dituliskan dan semua rasul-rasul telah mati. Sejarah mencatat bahwa orang-orang Kristen akhirnya berpindah berbakti dan beristirahat dari hari ketujuh ke hari pertama dalam minggu itu. Akan tetapi tentunya orang-orang percaya tidak berhenti memelihara Sabat hari ketujuh pada akhir pekan tersebut dan tiba-tiba mulai memelihara hari Minggu sebagai hari Tuhan. Contoh-contoh otentik mula-mula tentang pemeliharaan hari Minggu oleh orang-orang Kristen terjadi di Italia, pada pertengahan abad kedua sesudah Kristus. Selama jangka waktu yang panjang sesudah itu banyak orang Kristen masih memelihara kedua hari tersebut, sementara yang lainnya masih hanya menyucikan hari Sabat.
Pada tanggal 7 Maret, tahun 321 Masehi, Konstantin yang Agung pertama kali mengeluarkan undang-undang sipil hari Minggu, yang memerintahkan semua, orang kecuali petani, di wilayah kerajaan Romawi untuk beristirahat pada hari Minggu. Undang-undang ini, bersama dengan lima undang-undang sipil lainnya yang dititahkan oleh Kaisar Konstantin mengenai hari Minggu, menjadi contoh hukum bagi semua undang-undang sipil tentang hari Minggu mulai dari saat itu hingga sekarang. Di abad keempat, Sidang Laodekia melarang orang Kristen untuk berhenti bekerja pada hari Sabat, dan berbakti pada hari Minggu dan sedapat mungkin berhenti bekerja pada hari itu.
Sejarah mencatat bahwa perbaktian hari Minggu dan pemeliharaannya hanyalah buatan manusia. Alkitab tidak mengijinkan perubahan peniadaan hari Sabat dari Perintah keempat. Nabi Daniel meramalkan bahwa selama masa Kekristenan, suatu kuasa penipu akan mencoba mengubah hukum Tuhan Allah
Paus, dengan kesombongannya, yang telah mengubah hukum Allah yang kudus itu. Dia menetapkan peraturan2 gereja sesuai kehendaknya dan bukan kehendak Allah.
Dia mengubah Sabat hari ketujuh menjadi hari Minggu dengan mengatakan itu adalah hari kemenangan/hari Tuhan karena Yesus bangkit pada hari tersebut. Dia juga membuat banyak orang menyembah patung yang melanggar ketetapan Allah. Memasukan hari2 raya kafir dalam perayaan gereja seolah2 itu lebih penting daripada hari Sabat/hari ketujuh kepunyaan Allah itu. Paskah, Natal, dsb dirayakan dan Sabat diabaikan. Hari Minggu dijadikan hari libur internasional. Tanpa kuasa Setan penguasa dunia itu, penyesatan itu akan hilang. Tapi ada sekelompok umat yang kecil yang menolak kekuasaannya. Mari bergabung bersama Kristus untuk mengalahkan Setan itu.
Keluaran 20:4-6 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Menganggap Maria ibu Yesus itu sebagai orang yang harus disembah. Menghujat Allah dengan menganggap dirinya bapa suci dan dirinya serta wakil2nya yaitu para pastor, uskup, paroki, dsb dapat mengampuni dosa atas kuasa yang diberikan oleh Allah. Dia (paus itu) mengatakan bahwa dia adalah wakil Allah di Surga, di dunia dan di neraka. Pembohong, penghujat serta pengacau (Babel besar).
Hanya oknum Allah yang dapat mengampuni dosa. Siapa percaya kepada penyesat itu akan menerima cawan murka Allah yaitu kebinasaan yang kekal.
Kamu yang merasa sudah meninggalkan babel itu melalui reformator2 tetapi tetap menerima tanda binatang itu, yaitu hari Minggu, kamu tidak berbeda dengan dia yang akan binasa. Berbaliklah pada Allah yang menuliskan segala ketetapan-Nya dalam Alkitab. Hanya Alkitab panduan kita untuk berjalan seturut kehendak Allah.
Semuanya harus dituruti. Justru tuntutan Taurat yang berat itu, sehingga kita tidak dapat bebas dari pelanggaran. Tetapi dalam iman kepada Yesus Kristus, kita akan menghasilkan penurutan kepada Taurat yang kudus itu..
07.23
Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):
Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:
1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu.
dies Solis / Sun day / —— / Sunday
dies Lunae / Moon day / —— / Monday
dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday
dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday
dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday
dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday
dies Saturni / Saturn’s day / Saturday
Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari yang hari penyembahannya khusus pada hari Ahad (Minggu). Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir.
Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”
Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Tuhan [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”
Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya, 9 Febuari 1893.
Kansas City Catholic menulis: “Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”
Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Yesus.
Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai,”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yesus, dan akhirnya surga.
Kembalilah kepada Alkitab, jika kamu tidak mau melawan otoritas Allah!
Selamat hari Sabat, Tuhan Yesus memberkati!..
APA KATA MEREKA MENGENAI HARI SABAT?
Written By Unknown on Kamis, 28 Maret 2013 | 07.23
James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya,“Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876″)
Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia,”Hari ketujuh adalah hari Sabtu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”
Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law
John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)
Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia,”Hari ketujuh adalah hari Sabtu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”
Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law
John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)
Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):
Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:
1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu.
Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.
dies Solis / Sun day / —— / Sunday
dies Lunae / Moon day / —— / Monday
dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday
dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday
dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday
dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday
dies Saturni / Saturn’s day / Saturday
Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari yang hari penyembahannya khusus pada hari Ahad (Minggu). Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir.
Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”
Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Tuhan [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”
Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya, 9 Febuari 1893.
Kansas City Catholic menulis: “Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”
Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Yesus.
Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai,”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yesus, dan akhirnya surga.
Kembalilah kepada Alkitab, jika kamu tidak mau melawan otoritas Allah!
Selamat hari Sabat, Tuhan Yesus memberkati!..
13.43
PERNIKAHAN: SEBUAH KARUNIA DARI EDEN
Written By Unknown on Jumat, 01 Maret 2013 | 13.43
PELAJARAN KE-IX; 2 Maret 2013
"PERNIKAHAN: SEBUAH KARUNIA DARI EDEN"
Sabat Petang, 23 Februari
PENDAHULUAN
Suvenir dari Taman Eden. Dosa
mengakibatkan Adam dan Hawa terusir dari Taman Eden, rumah alamiah yang
penuh dengan kenikmatan. Namun pasangan suami-istri itu tidak keluar
dengan tangan hampa. Selain pakaian rancangan dan buatan tangan Allah
sendiri sebagai oleh-oleh berupa benda, nenek moyang pertama manusia itu
juga membawa suvenir non-materi dari Sang Pencipta, yakni perkawinan.
Dalam kasus Adam dan Hawa, perkawinan itu bertahan hingga ratusan tahun,
langgeng selama hayat dikandung badan. Sama seperti baju kulit yang
mereka kenakan dari Taman Eden itu, awet sampai akhir hayat.
Tentu
saja lembaga perkawinan bukan hanya untuk pengantin dari Eden itu,
tetapi buat seluruh keturunan mereka. Perkawinan adalah kebahagiaan yang
diciptakan Allah untuk manusia bisa nikmati dengan seutuhnya, sebuah
kenikmatan yang dapat dialami secara biologis dan psikologis. Namun,
sejarah membuktikan bahwa seiring dengan berjalannya waktu kebahagiaan
dari lembaga perkawinan ini pun telah mengalami kemerosotan karena
digerogoti oleh dosa dan penyelewengan.
"Sayangnya, bagi
begitu banyak orang pernikahan telah menjadi suatu pengalaman yang
paling sering penuh rasa sakit dan kemarahan gantinya sukacita dan
kedamaian. Bukan ini maksud atau tujuan pernikahan. Keadaan menyedihkan
dari begitu banyak pernihakan adalah suatu ekspresi yang kuat dari
kemerosotan yang telah diakibatkan oleh dosa terhadap umat manusia"
[alinea pertama: tiga kalimat terakhir].
Setelah Allah menciptakan manusia yang terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan, Ia lalu memberkati kedua pengantin itu sambil memerintahkan mereka untuk beranak-cucuk dan bertambah banyak (Kej.
1:28). Sesungguhnya, perkawinan adalah sebuah lembaga yang ditentukan
Allah untuk menjadi sarana pertumbuhan populasi manusia di bumi ini.
Ciptaan-ciptaan lainnya, fauna maupun flora, juga dikodratkan untuk
berkembang biak dan bertambah banyak, tetapi tidak seperti manusia yang
harus melalui lembaga pernikahan. Perkawinan di kalangan hewan dan
tumbuhan hanya sebuah tuntutan alam yang bersifat fisik supaya terjadi
pembuahan, sedangkan bagi manusia perkawinan adalah juga untuk memenuhi
maksud ilahi.
Minggu, 24 Februari
ADA YANG KURANG (Lo Tov, Tidak Baik)
Kesendirian Adam. Hingga
pada hari keenam minggu penciptaan (tepatnya, sampai Adam diciptakan),
Allah melihat semuanya "sungguh amat baik." Tetapi ternyata ada hal yang
kurang--Adam masih sendirian! "Tidak baik, kalau manusia itu
seorang diri saja," Allah berfirman. "Aku akan menjadikan penolong
baginya, yang sepadan dengan dia" (Kej. 2:18; huruf miring ditambahkan).
Kata Ibrani yang diterjemahkan dengan tidak baik dalam ayat ini adalah ืֹื־ ื֛ืֹื, lล-แนญลwแธ (dilafalkan: lo tov). Ini merupakan bentuk negatif dari kata ื֛ืֹื, baik, yang terdapat pada ayat-ayat sebelumnya.
Tentu
saja kita tidak akan berspekulasi mengapa Allah yang lebih dulu sudah
menciptakan hewan secara berpasang-pasangan, jantan dan betina, tetapi
menciptakan Adam seorang diri. Apalagi, manusia ditakdirkan untuk
menjadi makhluk sosial. Mungkin saja Allah hendak membiarkan agar dalam
diri Adam muncul "rasa membutuhkan" akan seorang teman atau pendamping,
supaya bilamana teman yang akan mendampinginya itu kelak hadir maka Adam
akan menyambutnya penuh rasa syukur dan selalu menghargainya. Tetapi,
apapun itu, Alkitab mencatat bahwa Allah sendiri yang menyatakan
penilaian-Nya. Inilah untuk pertama kalinya pernyataan negatif perihal
penciptaan disebutkan, bahkan dari mulut Sang Pencipta itu sendiri.
"Allah
telah menyatakan semua aspek Penciptaan itu 'baik' sampai pada waktu Ia
menciptakan Adam. Pada saat itu, Adam adalah satu-satunya
manusia...Jadi, Adam membutuhkan seseorang seperti dirinya dengan siapa
dia bisa menjalin suatu hubungan yang saling mencintai dan bekerjasama,
memantulkan hubungan kasih yang dicontohkan dalam Keilahian" [alinea
kedua: dua kalimat pertama dan kalimat terakhir].
Kebutuhan dipenuhi. Pawai
binatang-binatang yang berjalan berpasangan di hadapan Adam tampaknya
telah menimbulkan suatu rasa kebutuhan dalam dirinya--kebutuhan akan
seorang pendamping. Kita tidak tahu apakah Adam sadar bahwa
binatang-binatang yang berlalu di hadapannya itu memiliki dua jenis
kelamin berbeda, jantan dan betina, dan kita juga tidak tahu apakah dia mengerti makna
perbedaan fisiologis itu. Tetapi Allah tentu saja tahu, dan Ia juga
tahu rasa kebutuhan dalam diri Adam yang tidak tercetuskan itu. Maka,
untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Allah melaksanakan rencana-Nya. Jadi,
perempuan bukanlah makhluk yang muncul secara dadakan berdasarkan ide
yang tiba-tiba, tetapi ciptaan yang dihadirkan belakangan setelah
laki-laki menyadari kebutuhannya. Hawa adalah element of surprise (unsur kejutan) dalam skenario penciptaan Allah!
"Kita
bisa pastikan bahwa Tuhan juga bermaksud agar Adam memiliki seorang
istri. Mungkin Tuhan berniat menimbulkan suatu kerinduan dalam diri
Adam, perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang dari keberadaannya sendiri,
yang akan membuatnya semakin menghargai karunia yang Tuhan hendak
berikan kepadanya dalam rupa seorang istri" [alinea ketiga: dua kalimat
terakhir].
Pena inspirasi menulis: "Allah menjadikan
perempuan dari laki-laki, untuk menjadi seorang teman dan penolong bagi
dia, untuk memberi semangat, mendorong, dan menjadi berkat baginya.
Sebaliknya, lelaki itu harus menjadi penolong yang tangguh bagi wanita
itu. Semua yang memasuki kehidupan pernikahan dengan maksud yang
suci--suami untuk memperoleh kasih sayang yang murni dari hati seorang
wanita, istri untuk melunakkan dan meningkatkan tabiat seorang suami,
dan membawa kesempurnaan pada pernikahan itu--memenuhi maksud Allah bagi
mereka" (Ellen G. White, Signs of the Times, 6 September 1899).
Apa yang kita pelajari tentang hal yang "tidak baik" dalam penciptaan?
1.
Kesendirian adalah sesuatu yang "tidak baik" bagi manusia. Dalam kasus
Adam, kesendiriannya tentu saja menghalangi maksud Allah bagi manusia
untuk bertambah banyak dan memenuhi bumi ini. Jadi, tidak mungkin Allah
sengaja hanya menciptakan Adam seorang diri.
2. Lembaga
pernikahan (suami-istri) adalah sarana melalui mana Allah ingin manusia
itu beranak-cucu dan melahirkan keturunan. Jadi, anak dan cucu maupun
generasi-generasi berikutnya bukanlah sekadar produk genetik dari
orangtua mereka, melainkan hasil dari berkat Allah melalui rumahtangga.
3.
Maksud dari lembaga pernikahan itu ialah agar seorang laki-laki dan
seorang perempuan dapat menjalin suatu hubungan yang berlandaskan kasih
sayang yang suci dan rasa saling membutuhkan, menyadari bahwa adalah
Allah sendiri yang merencanakan hubungan itu.
Senin, 25 Februari
TEMAN YANG SEPADAN (Seorang Pendamping Bagi Adam)
Allah memahami kebutuhan manusia. Meski
tidak disebutkan tetapi kita dapat yakin bahwa di antara hewan-hewan
yang berbaris di depan Adam untuk diberi nama pada hari itu terdiri atas
semua spesis yang pernah hidup di bumi ini. "Manusia itu memberi nama
kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala
binatang hutan..." (Kej. 2:20). Segala ternak dan segala binatang
berarti semua satwa dan burung yang Allah ciptakan. Kecuali, barangkali,
satwa yang hidup di air tidak diberi nama oleh Adam sebab tidak
disebutkan di sini bahwa mereka juga ikut berpawai. Tidak jelas pula
apakah prosesi pemberian nama itu dimengerti oleh hewan-hewan itu, tapi
yang pasti ini merupakan peragaan kekuasaan manusia atas binatang. Hewan
adalah makhluk yang lebih rendah dari manusia dan tidak ada di antara
mereka yang bisa menyaingi kecerdasan manusia, sekalipun itu simpanse
yang digembar-gemborkan sebagai primata yang paling cerdas.
Segera
setelah tugas memberi nama semua satwa itu selesai, Allah menidurkan
Adam sebelum melakukan tindakan pembedahan. Ini adalah operasi pertama
dalam riwayat dunia ini, untuk menyembuhkan "penyakit kesepian" yang
dirasakan Adam. Perhatikan, meski Adam tidak mengeluh perihal
kesendiriannya tapi Allah mengetahui hal itu. Allah berfirman "Tidak
baik kalau manusia itu seorang diri saja" (Kej. 2:18), lalu Allah
bertindak "membuat manusia itu tidur nyenyak...mengambil salah satu
rusuk dari padanya, lalu...dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari
manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada
manusia itu." (ay. 21-22).
Sementara banyak di antara kita
yang mengeluh karena merasa apa yang kita minta melalui doa belum juga
terjawab, di sini kita melihat bahwa Allah mengetahui kebutuhan kita dan
memenuhinya sebelum kita sempat memintanya. Rasul Paulus menyatakan
bahwa adalah Roh Allah sendiri yang membantu manusia untuk menyampaikan
permohonan yang tak terucapkan. "Begitu juga Roh Allah datang menolong
kita kalau kita lemah. Sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita
berdoa; Roh itu sendiri menghadap Allah untuk memohonkan bagi kita
dengan kerinduan yang sangat dalam sehingga tidak dapat diucapkan. Maka
Allah, yang mengetahui isi hati manusia, mengerti kemauan Roh itu;
sebab Roh itu memohon kepada Allah untuk umat Allah, dan sesuai dengan
kemauan Allah" (Rm. 8:26-27, BIMK; huruf miring ditambahkan).
Satu daging. Mengapa
harus tulang rusuk? Banyak komentar yang pernah kita dengar perihal
"alasan-alasan" mengapa Allah memilih sebilah tulang rusuk dari tubuh
Adam untuk menjadikan Hawa. Terlepas dari kenyataan bahwa Alkitab
sendiri tidak menyebutkan apa-apa mengenai hal ini, kita bisa mengatakan
bahwa semua komentar itu adalah gagasan-gagasan yang cukup kreatif.
Namun yang pasti salah satu tulang rusuk Adam telah menjadi bagian dari
tubuh Hawa.
"Allah tidak membutuhkan tulang rusuk
Adam untuk menciptakan Hawa; Dia bisa saja menciptakan Hawa sebagaimana
Dia menciptakan Adam atau bahkan berfirman sehingga Hawa ada. Tetapi
Allah mempunyai alasan untuk membentuk Hawa dari salah satu tulang rusuk
Adam. Jika keduanya telah diciptakan sama sekali terpisah, hal itu
dapat menunjukkan bahwa secara alamiah mereka adalah individu yang
benar-benar berdiri sendiri. Tetapi berbagi daging dalam diri kedua
orang itu menunjukkan bahwa keduanya ditakdirkan untuk bersatu dan
dimaksudkan untuk menjadi 'satu daging'" [alinea kedua: kalimat
terakhir; alinea ketiga].
Sebenarnya seluruh bagian
tubuh Adam berasal dari debu tanah yang tidak bernyawa (Kej. 2:7),
termasuk tulang-tulang rusuknya. Namun Allah telah mengambil bagian
tubuh Adam yang sudah bernyawa, baru kemudian menambahkan debu tanah
yang tidak bernyawa untuk membentuk tubuh Hawa dengan sempurna (ay. 22).
Tampaknya Adam telah mendapatkan penjelasan tentang proses penciptaan
Hawa, termasuk bahwa dalam tubuh perempuan itu terdapat bagian dari
dirinya sendiri. Tidak heran bahwa demi melihat kehadiran Hawa reaksi
spontanitas Adam penuh dengan sukacita. Katanya berseru, "Inilah dia,
tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai
perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki" (ay. 23).
Orang
boleh saja mempersalahkan Adam ketika turut memakan buah larangan itu,
dan berspekulasi bahwa sekiranya dia menolaknya Tuhan pasti akan
menciptakan "Hawa" yang lain sebagai pengganti. Tetapi, pada hemat saya,
pendapat seperti itu terlalu naif. Adam sedang dalam kerinduan untuk
memperoleh seorang pendamping yang sepadan dengan dirinya ketika Allah
mengantar Hawa kepadanya, dan sejak saat itu Adam telah menikmati
kebersamaan yang penuh kemesraan beberapa waktu lamanya, dan mungkin
saja selama itu telah terjalin rasa saling percaya dan cinta yang
mendalam. Tidak segampang itu bagi seorang pria, yang semula hidup
sendiran, untuk menolak tawaran seorang wanita seperti Hawa yang telah
memberinya kasih sayang dan kemesraan.
"Dia sudah diciptakan dari Adam (ay. 22) dan dibawa kepada Adam (ay. 22). Proses
oleh mana Allah menciptakan Hawa menunjukkan dengan jelas bahwa Allah
dapat menyediakan pendamping yang Adam perlukan. Hal ini menjadi penting
di kemudian hari ketika Adam menghadapi godaan apakah akan bergabung
dengan Hawa memakan buah itu atau mempercayai Allah untuk mengatasi
keadaan" [alinea keempat: kalimat kedua hingga keempat].
Apa yang kita pelajari tentang penciptaan seorang pendamping bagi Adam?
1.
Meski Adam tidak mengungkapkan keinginan hatinya perihal kebutuhannya
akan seorang pendamping, Allah mengetahuinya. Melalui Roh-Nya Allah
menyelidik hati manusia dan mengetahui keinginan kita. Allah akan
memenuhi keinginan kita yang sesuai dengan kehendak-Nya.
2.
Fakta bahwa Hawa tercipta dari bagian tubuh Adam mengandung "sebuah
pesan" bahwa bilamana seorang pria telah dipersatukan dengan seorang
wanita sebagai pasangan suami-istri, mereka bukan lagi dua orang yang
terpisah melainkan dua orang dalam "satu daging" (dua pribadi yang
berbeda tapi tidak terpisah).
3. Penciptaan Hawa adalah
manifestasi dari penilaian dan kesimpulan Allah bahwa "tidak baik kalau
manusia itu seorang diri saja" (Kej. 2:18). Ikatan suami-istri, dari dua
jender yang berbeda, adalah rencana Sang Pencipta sejak permulaan.
Itulah kodrat manusia.
Selasa, 26 Februari
SURGA KECIL DI DUNIA (Pernikahan Ideal)
Meninggalkan ayah-ibu. Ketika
Allah menciptakan Hawa, seorang perempuan, berbeda dari Adam yang
adalah seorang laki-laki, maksud Tuhan ialah agar keduanya menjadi satu
pasangan yang sepadan dan saling melengkapi. Markus 10:6 menjadi
landasan ide dari ayat-ayat berikutnya: "Sebab pada awal dunia, Allah
menjadikan mereka laki-laki dan perempuan." Penciptaan manusia dengan
dua jender (jenis kelamin) yang berlainan itu dilandasi oleh satu maksud
tertentu, "sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu" (ay. 7, 8; huruf miring ditambahkan).
Kata-kata sebab itu (Grika: แผฮฝฮตฮบฮตฮฝ ฯฮฟฯฯฮฟฯ
, heneken toutou) dan sehingga (แฝฅฯฯฮต, hลste)
dalam ayat 7 dan 8 mempertegas adanya "hubungan kausatif" (hubungan
sebab-akibat) dengan ayat 6, di mana ayat 6 berfungsi sebagai kalimat
yang mengandung "fakta khusus" (Allah menciptakan manusia itu laki-laki
dan perempuan). Dalam konsep hubungan sebab dan akibat, fakta pada ayat 6
itu menjadi sebab terhadap akibat yang terjadi pada
ayat 7 dan 8. Jadi, kalau kita hendak menguraikan ketiga ayat ini dengan
mengubahnya menjadi bentuk kalimat tanya, bunyinya akan seperti ini:
Mengapa dari mulanya Allah menciptakan manusia itu laki-laki dan
perempuan? Supaya mereka nanti bersatu sebagai suami-istri, sebagai satu
daging, dengan meninggalkan ayah dan ibu mereka masing-masing!
Menggenapi maksud Allah. Ayat berikutnya merupakan kesimpulan yang bersifat otoritatif: "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (ay. 9; huruf miring ditambahkan). Kata karena itu (ฮฟแฝฮฝ, oun)
dalam ayat ini mempertegas kewenangan Allah atas hubungan seorang
laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami-istri. Dengan kata lain,
rumahtangga yang mengikat seorang laki-laki dan seorang perempuan
menjadi suami-istri adalah kehendak Allah, dan bahwa perkawinan
merupakan lembaga yang didirikan oleh Allah sendiri, bukan manusia.
Apabila Allah mempersatukan dua insan, laki-laki dan perempuan, sebagai
suami-istri dalam satu rumahtangga, maka perkawinan itu bukan sekadar
sebuah "kontrak sosial" ataupun "ikatan keagamaan" melainkan kegenapan
dari maksud dan rencana Allah sejak penciptaan.
"Kesatuan
adalah ciri lain dari suatu perkawinan yang baik. Kesatuan tidak
berarti bahwa kedua pasangan itu harus berhenti menggunakan otak mereka
yang terpisah, tetapi mereka harus bersatu dalam tujuan mereka melakukan
yang terbaik untuk satu sama lain serta demi persatuan mereka...Yesus
juga menekankan sifat kekekalan dari perkawinan. Perkawinan bukanlah
suatu hubungan biasa untuk dibentuk dan dibubarkan sesuka hati. Itu
adalah komitmen seumur hidup. Mereka yang tidak siap untuk berkomitmen
seumur hidup harus menunda langkah tersebut sampai mereka siap" [alinea
ketiga dan keempat].
Kasih sebagai prinsip. Suami
ditakdirkan untuk menjadi kepala dalam rumahtangga, termasuk atas
istrinya. Ini bukan tradisi budaya yang berlaku dalam adat-istiadat
ketimuran saja, tetapi ini adalah takdir ilahi. Namun, dominasi suami
atas istri dalam rumahtangga tentu tidak identik dengan dominasi kaum
pria atas kaum wanita di luar konteks perkawinan. Tetapi semisal dalam
satu rumahtangga kedudukan sosial atau jabatan publik sang istri lebih
tinggi daripada suaminya, kodrat bahwa suami adalah "kepala" atas istri
tetap berlaku dan wajib dijunjung tinggi, di rumah maupun di luar rumah
sejauh menyangkut hubungan suami dan istri.
Alkitab mengajarkan, "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala
jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat
tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala
sesuatu" (Ef. 5:22-24; huruf miring ditambahkan). Kata Grika untuk kepala dalam ayat ini adalah ฮบฮตฯฮฑฮปแฝต, kephalฤ, (dilafalkan: kefรคlฤ'), sebuah kata-benda feminin yang secara harfiah berarti kepala dan secara arti kiasan merujuk kepada seorang pemimpin.
Setelah menasihati para istri untuk tunduk kepada suami, amaran berikutnya ditujukan kepada para suami. "Hai suami, kasihilah
istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah
menyerahkan diri-Nya baginya" (ay. 25; huruf miring ditambahkan). Kata
Grika untuk kasihilah dalam ayat ini adalah แผฮณฮฑฯแฝฑฯ, agapaล. Kata
ini sama seperti yang digunakan dalam Yohanes 3:16 dan Matius 22:37,
39. Menarik bahwa lazimnya dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan
pemicunya adalah cinta รฉrลs, แผฯฯฯ, (cinta asmara), namun dalam konteks ini Alkitab mengajarkan kepada suami untuk mengasihi istrinya dengan cinta agรกpฤ, แผฮณฮฌฯฮท, (cinta
suci), sebagaimana yang ditunjukkan Allah kepada manusia maupun Kristus
kepada jemaat, yakni cinta yang disertai dengan sikap pengorbanan.
"Adalah
hak istimewa suami untuk menyerahkan dirinya kepada istrinya dalam
pelayanan yang penuh kasih, sebagaimana Kristus telah menyerahkan
diri-Nya untuk jemaat. Pada gilirannya, istri harus menghormati suaminya
dan bekerjasama dalam usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama.
Inilah solusi untuk pertentangan yang telah dibawa oleh dosa ke dalam
hubungan pernikahan. Cinta yang rela berkorban dibalas dengan
penghormatan penuh kasih dan kebahagiaan bersama. Rumahtangga kita dapat
menjadi semacam rasa pendahuluan akan surga" [alinea terakhir].
Apa yang kita pelajari tentang pernikahan ideal?
1.
Penciptaan manusia dalam dua jenis berbeda, laki-laki dan perempuan,
didasarkan pada gagasan Allah agar di kemudian hari manusia akan hidup
berpasangan dalam sebuah ikatan rumahtangga sebagai suami-istri.
2.
Sudah menjadi kodrat ilahi bahwa setelah dewasa laki-laki dan perempuan
akan meninggalkan orangtua masing-masing untuk hidup bersama sebagai
"satu daging," dua pribadi dalam satu kesatuan.
3.
Hubungan suami-istri digambarkan sebagai hubungan antara Kristus dengan
jemaat, di mana dari pihak suami dituntut kasih sayang dan dari pihak
istri dituntut penghormatan. Cinta yang diungkapkan lewat pengorbanan di
pihak suami dan penghormatan di pihak istri menjadikan sebuah
rumahtangga sebagai surga kecil di atas dunia.
Rabu, 27 Februari
KEINTIMAN DALAM KEKUDUSAN (Melindungi Apa yang Berharga)
Seks sebagai karunia. Seks
telah ditakdirkan untuk menjadi bagian dari kehidupan, dan Allah
sendiri yang menempatkan itu pada manusia maupun hewan. Namun, perilaku
seksual manusia tentu berbeda dari perilaku seksual hewan. (Paling
tidak, begitulah seharusnya!) Pada hewan, seks lebih sebagai sarana
untuk berkembang biak yang dilakukan hanya berdasarkan naluri dan
pengalaman. Sedangkan bagi manusia seks tidak semata-mata untuk
menghasilkan keturunan, tetapi lebih dari itu adalah sebagai ungkapan
cinta dan rasa keintiman. Seks pada manusia bukan saja untuk prokreasi
tetapi juga rekreasi. Hanya pada hewan dikenal istilah "musim kawin"
yang biasanya marak pada awal musim semi (tergantung habitat dan jenis
hewan), sedangkan pada manusia seks bisa menjadi aktivitas sepanjang
waktu.
"Salah satu contoh terbesar dari kasih Allah bagi
umat manusia dapat ditemukan dalam seksualitas manusia. Ini benar-benar
suatu karunia yang mengagumkan dari Allah. Namun, seperti semua karunia
yang telah diberikan kepada kita, itu tidak datang tanpa syarat.
Artinya, itu bukan sesuatu yang kita bisa lakukan sesuka hati. Allah
telah menetapkan aturan. Sesungguhnya, Dia sangat jelas: aktivitas
seksual harus antara seorang suami dan istri, laki-laki dan perempuan,
dan hanya dalam hubungan pernikahan. Apa pun di luar itu adalah dosa"
[alinea pertama].
Seks adalah sebuah karunia Allah yang
sakral dan sangat berharga, bagi manusia itu diberikan untuk mencapai
maksud-maksud yang luhur demi kepentingan manusia itu sendiri. Seks itu
indah, seperti kata sebagian orang, dan tidak sedikit manusia yang
menjadi terobsesi dengan "keindahan seks" sehingga pikirannya selalu
dikuasai oleh angan-angan seks. Dalam keadaan demikian, seks yang indah
itu sangat mudah menjadi tindakan percabulan. Sangat ironis melihat seks
sebagai karunia yang sakral dan berharga itu diperlakukan sebagai
permainan, dalam perbuatan maupun percakapan. Seks bahkan telah menjadi
bahan dan tema lelucon yang digemari oleh banyak orang. Firman Tuhan
mengingatkan, "Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau
keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus" (Ef. 5:3; huruf miring ditambahkan).
Seks dan percabulan. Tampaknya
orang-orang Kristen di Korintus sempat memiliki pandangan yang keliru
mengenai seks, menganggapnya sebagai suatu jerat yang membahayakan iman
mereka sehingga lebih baik dihindari sama sekali. Lalu mereka menulis
surat kepada rasul Paulus dan menyampaikan gagasan tentang hidup
membujang bagi umat Tuhan, seperti sang rasul itu sendiri. Terhadap
surat mereka itulah Paulus menjawab, "Dan sekarang tentang hal-hal yang
kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak
kawin, tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki
mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya
sendiri" (1Kor. 7:1, 2).
Maksud rasul Paulus di sini
ialah, hubungan seks tidak apa-apa selama itu dilakukan di antara
seorang laki-laki dan seorang perempuan yang terikat sebagai
suami-istri, tidak peduli seberapa sering pun mereka melakukannya.
Bahkan, dia menambahkan bahwa bagi pasangan suami-istri seks merupakan
kewajiban masing-masing terhadap pasangannya. "Hendaklah suami memenuhi kewajibannya
terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya. Istri tidak
berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami
tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya" (ay. 3, 4; huruf
miring ditambahkan). Seks adalah berkat bagi pasangan suami-istri; seks
adalah percabulan apabila menjadi promiskuitas (persetubuhan dengan
siapa saja).
Jadi, Paulus tidak pernah mengajarkan
untuk tidak menikah yang bisa berarti melawan kehendak Allah mengenai
perkawinan, melainkan dia sedang menanggapi gagasan tentang hidup
membujang yang ditanyakan oleh jemaat Korintus. "Tetapi kalau ada
seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin
dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil
keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik" (ay. 37).
Hidup membujang atau pun menikah itu haruslah atas pilihan pribadi. (Baca juga 1Tes. 4:3-5.)
Seks dan perzinahan. Dalam
khotbah-Nya di atas bukit, Yesus menyinggung soal berzinah. "Kamu telah
mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap
orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah
dengan dia di dalam hatinya" (Mat. 5:27, 28). Di sini kita melihat Yesus
melakukan amplifikasi dan memperluas makna perzinahan. Jangankan
berbuat, baru menginginkannya saja sudah berzinah. Kata asli yang
diterjemahkan dengan memandang dalam ayat ini adalah ฮฒฮปแฝณฯฯ, blepล, sebuah
kata-kerja yang dalam konteks ini berarti "mencermati dengan perasaan"
atau juga "melirik sambil bermain mata." Selanjutnya Yesus berkata,
"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah
itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,
daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka" (ay. 29).
"Sulit
membayangkan bagaimana Yesus bisa menyatakan amaran yang lebih keras
lagi terhadap percabulan seperti yang diungkapkan dalam rangkaian
ayat-ayat ini. Mencungkil mata anda? Memotong tangan anda? Jika
ini yang diperlukan supaya jadi suci, maka hal itu pantas; kalau tidak
maka anda berada dalam bahaya kehilangan hidup kekal anda" [alinea
kedua: empat kalimat terakhir].
Menulis kepada jemaat di
kota Roma, rasul Paulus mengamarkan mereka tentang orang-orang yang
sudah mengenal Allah dan mengetahui hukum-hukum-Nya tetapi kelakuan dan
kehidupan mereka seperti orang-orang yang tidak mengenal dan mengetahui
hukum Allah, baik karena melakukan penyembahan berhala maupun dalam
perilaku seksual yang menyimpang. "Karena manusia berbuat yang demikian,
maka Allah membiarkan mereka menuruti nafsu mereka yang hina.
Wanita-wanita mereka tidak lagi tertarik kepada laki-laki seperti yang
lazimnya pada manusia, melainkan tertarik kepada sesama wanita. Lelaki
pun begitu juga; mereka tidak lagi secara wajar mengadakan hubungan
dengan wanita, melainkan berahi terhadap sesama lelaki. Laki-laki
melakukan perbuatan yang memalukan terhadap sesama laki-laki, sehingga
mereka menerima pembalasan yang setimpal dengan perbuatan mereka yang
jahat itu" (Rm. 1:26-27, BIMK).
Apa yang kita pelajari tentang seks sebagai karunia Allah yang berharga?
1.
Seks adalah suatu karunia Allah yang suci dan berharga bagi manusia,
demi kepentingan manusia dan untuk melaksanakan maksud-maksud Allah
dalam kehidupan manusia. Itulah sebabnya seks pada manusia itu berbeda
dari seks pada hewan.
2. Allah ingin manusia menikmati
seks dan pada waktu yang sama memelihara nilai-nilai seksualitas yang
luhur. Dengan menjaga pemberian Tuhan yang berharga ini sesuai dengan
peruntukkannya yang benar, kita melindungi seks agar tidak merosot
menjadi percabulan.
3. Pencantuman larangan berzinah
sebagai hukum ketujuh dalam Sepuluh Perintah (Hukum Moral) adalah bukti
tentang bagaimana Allah memandang pentingnya menghormati seks. Bahkan,
Yesus mempertajam dan memperluas makna perzinahan dalam khotbah-Nya di
atas bukit.
Kamis, 28 Februari
YESUS SEBAGAI "SUAMI" BAGI JEMAAT (Pernikahan Sebagai Metafora Gereja)
Memelihara kesetiaan. Melalui
Musa, Allah mengamarkan umat pilihan-Nya, bangsa Israel, untuk menjaga
kesetiaan mereka dengan tidak menjalin hubungan dengan orang-orang kafir
bilamana mereka nanti tiba dan bermukim di Tanah Perjanjian itu.
"Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri
itu; apabila mereka berzinah dengan mengikuti allah mereka dan
mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengundang
engkau dan engkau akan ikut makan korban sembelihan mereka," pesan-Nya
(Kel. 34:15; huruf miring ditambahkan). Perhatikan, Allah menyebut
hubungan dengan ilah-ilah orang kafir itu sama dengan berzinah (Bahasa Ibrani: ืָื ָื, zanah). Jadi, berzinah itu mengandung konotasi ketidaksetiaan.
Allah
tahu bahwa "kontak spiritual" antara umat-Nya dengan ilah-ilah kafir
itu akan didahului dengan "kontak fisik" dengan orang-orang kafir yang
menyembah berhala. Itulah sebabnya Ia meningatkan, "Apabila engkau
mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi istri anak-anakmu dan
anak-anak perempuan itu akan berzinah dengan mengikuti allah mereka, maka mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzinah dengan mengikuti allah mereka"
(ay. 16; huruf miring ditambahkan). Rasul Paulus menasihati, "Janganlah
mau menjadi sekutu orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus; itu
tidak cocok. Mana mungkin kebaikan berpadu dengan kejahatan! Tidak
mungkin terang bergabung dengan gelap. Tidak mungkin Kristus sepakat
dengan Iblis. Apakah persamaannya antara orang Kristen dengan orang
bukan Kristen?" (1Kor. 6:14-15, BIMK).
"Sudah sangat
dikenal di kalangan pelajar Alkitab bahwa baik dalam Perjanjian Lama
maupun dalam Perjanjian Baru perkawinan digunakan sebagai simbol
hubungan antara Allah dengan umat perjanjian-Nya. Karena itu, misalnya,
pada berbagai kejadian Alkitab menggunakan gambaran tentang seorang
perempuan yang tidak setia untuk melambangkan kemurtadan dan
pengingkaran iman yang sudah lazim pada Israel purba" [aliea pertama:
dua kalimat pertama].
Hubungan Allah dengan manusia. Alkitab
menggambarkan hubungan antara Allah dengan umat-Nya sebagai hubungan
yang bersifat multi-dimensional. Contohnya: hubungan sebagai Bapa dengan
anak yang mengedepankan dimensi kasih/sayang; hubungan sebagai Gembala dengan domba-domba yang mempertegas dimensi pemeliharaan/perlindungan; hubungan sebagai Majikan dengan hamba yang mengetengahkan dimensi pelayanan/penurutan; hubungan sebagai sesama Sahabat yang menonjolkan dimensi kedekatan/keakraban; dan hubungan sebagai Suami dengan istri yang menekankan dimensi kepatuhan/kesetiaan.
Yohanes
Pewahyu mencatat suara dari surga yang berseru, "Marilah kita
bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari
perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia"
(Why. 19:7). Hari "perkawinan Anak Domba" adalah hari ketika Yesus
Kristus akan datang kedua kali untuk menjemput umat tebusan-Nya dari
dunia ini. Setelah seribu tahun tinggal di surga, atau sesudah
millenium, segenap umat tebusan itu akan turun kembali ke dunia ini
bersama kota Yerusalem Baru. "Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem
yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya"
(Why. 21:2; huruf miring ditambahkan). Sejurus kemudian, salah satu
dari tujuh malaikat itu berkata kepada Yohanes, "'Marilah ke sini, aku
akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.' Lalu,
di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi
tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun
dari surga, dari Allah" (ay. 9, 10; huruf miring ditambahkan).
Ayat-ayat
dalam kitab Wahyu di atas melukiskan hubungan antara Kristus dengan
manusia sebagai suami dengan istri, di mana Kristus yang dijuluki "Anak
Domba" itu adalah suami dan umat tebusan atau orang-orang saleh yang
diselamatkan adalah bagaikan pengantin perempuan. Perumpamaan ini
mendukung penggambaran oleh rasul Paulus, "karena suami adalah kepala
istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat" (Ef. 5:23). Bahkan,
kepada jemaat di Korintus sang rasul menulis, "Kalian adalah seperti
seorang gadis perawan yang masih suci yang sudah saya janjikan untuk
dinikahkan dengan seorang suami, yaitu Kristus" (2Kor. 11:2, BIMK).
"Pada
ayat-ayat ini, hubungan dalam perkawinan yang ideal dibandingkan dengan
hubungan Allah dengan umat-Nya. Allah mengajak umat-Nya untuk bergabung
dengan Dia dalam suatu hubungan yang intim. Ini merupakan gambaran yang
menakjubkan perihal kepedulian Allah terhadap umat-Nya dan
kerinduan-Nya untuk membawa kita ke dalam persekutuan-Nya" [alinea
terakhir].
Apa yang kita pelajari tentang perkawinan sebagai kiasan dalam hubungan Kristus dengan Jemaat?
1.
Perkawinan adalah hubungan antar pribadi yang paling intim bagi
manusia. Alkitab menggambarkan hubungan Allah dengan manusia--khususnya
Kristus dengan Jemaat--sebagai suatu hubungan yang sama seperti Suami
dengan istri. Selain keintiman, hubungan antara suami dan istri juga
menyangkut kesetiaan.
2. Baik dalam PL maupun PB,
ketidaksetiaan manusia dalam memelihara hubungan dengan Tuhan disamakan
dengan perzinahan. Sebagaimana seorang suami atau istri yang selingkuh
dengan wanita atau lelaki lain disebut berzinah, demikian pula orang
yang menyangkal imannya itu sama dengan berzinah.
3.
Jemaat adalah bagaikan "pengantin perempuan" yang disiapkan untuk "hari
perkawinan Anak Domba" yang akan berlangsung pada kedatangan Yesus
Kristus kedua kali. Setiap orang Kristen adalah "pengantin perempuan"
yang harus menjaga kesucian cintanya kepada Kristus.
Jumat, 1 Maret
PENUTUP
Moralitas dan asal-usul kita. Dari
awalnya Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling
tinggi dari seluruh ciptaan dalam segala aspeknya, termasuk sebagai
makhluk yang paling bermoral. Perilaku seksual adalah bagian yang tak
terpisahkan dari moralitas manusia, dan inilah yang membedakan kita dari
hewan.
"Dalam banyak cara, suatu pemahaman yang tepat
perihal moralitas, terutama moralitas seksual, jelas terkait dengan
pemahaman yang tepat mengenai asal-usul kita. Misalnya: falsafah evolusi
tidak memberikan dasar yang obyektif untuk adanya suatu hubungan antara
aktivitas seksual dan moralitas. Hewan mempunyai banyak jenis berbeda
tentang 'sistem kawin.' Sebagian spesis bersifat poligami, banyak yang
melakukan promiskuitas...Tanpa standar moral obyektif yang diberikan
oleh Sang Pencipta, kita tidak akan memiliki dasar untuk evaluasi
perilaku seksual apakah itu baik atau buruk secara moral. Desakan
sekarang ini untuk menyetujui pasangan homoseksual menggambarkan hal
ini. Hanya dalam terang Penciptaan maka perkawinan itu dapat dipahami
dengan benar" [alinea pertama: empat kalimat pertama dan tiga kalimat
terakhir].
Moralitas adalah kajian yang luas, tidak
terbatas hanya perilaku seksual. Secara sederhana, moralitas adalah
prinsip-prinsip yang membedakan antara perilaku yang baik dengan
perilaku yang buruk, atau suatu sistem nilai dan norma kepatutan dalam
satu masyarakat. Masalahnya, umat manusia terdiri atas berbagai
masyarakat yang menganut sistem nilai dan norma yang berlainan, dan
dengan sendirinya juga berbeda dalam prinsip moral. Itu sebabnya kita
mengenal istilah "relativisme moral" yang berbeda dari "kemutlakan
moral." Sebagai orang Kristen, moralitas kita dibangun di atas kebenaran
ajaran Alkitab yang kita terima sebagai sistem nilai yang mutlak dan
berlaku umum. Sebab kita percaya, meskipun Alkitab ditulis oleh
orang-orang yang berasal dari budaya tertentu yang tidak sama dengan
kita, dalam kurun waktu yang sangat panjang, isinya tetap konsisten
karena Pengarangnya adalah Allah sendiri. Karena itu orang Kristen yang
saleh tidak akan terjebak dalam relativisme moral yang bisa merupakan
wilayah abu-abu.
Pena inspirasi menulis: "Dalam Alkitab
tabiat yang suci dan abadi dari hubungan yang ada antara Kristus dan
jemaat-Nya dilambangkan oleh hubungan perkawinan. Tuhan telah
menggabungkan umat-Nya kepada diri-Nya sendiri melalui sumpah yang
khidmat, Dia berjanji untuk menjadi Allah mereka dan mereka berjanji
pada diri sendiri untuk menjadi milik-Nya dan hanya milik-Nya saja"
(Ellen G. White, The Great Controversy, hlm. 381).
"Jauhkanlah
dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia,
terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa
terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah
bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari
Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah
dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah
dengan tubuhmu! (1Kor. 6:18-20).
Label:
Artikel,
Bacaan,
Rangkuman Sekolah Sabat
09.25
Kerang Pasir
Written By Unknown on Kamis, 28 Februari 2013 | 09.25
Pada suatu hari anak kerang pasir sedang mencari
makan waktu kerang mencari makan dia membuka cangkang penutup badannya. Buka
tutup, buka tutup. Sewaktu hendak metutup cangkang sebutir pasir masuk kedalam
cangkang kerang pasir itu. Kerang itu tersentak dan merasa kesakitan.
anak kerang pasir itu menangis dan memanggil
ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
Anakku, kata sang Ibu sambil bercucuran air mata,
Tuhan tidak memberikan kita bangsa kerang sebuah tangan pun sehingga Ibu tak
bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu. Tetapi terimalah itu sebagai takdir
alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan
rasa pedih dan sakit yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu.
Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata Ibunya dengan sendu namun lembut.
Maka si anak kerang pasir pun melakukan nasihat
ibundanya. Nasihat itu dilakukannya terus menerus walaupun merasa sakit bukan
alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun. Tetapi tanpa disadarinya sebutir
mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun
makin berkurang. Makin lama mutiaranya makin besar. Rasa sakit menjadi terasa
wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap,
dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Dirinya kini, sebagai hasil
derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada seribu ekor kerang lain.
Sahabat
Kekecewaan dan penderitaan akan selalu ada dalam hidup kita. Seakan-akan Tuhan selalu mengambil kebahagiaan yang ada pada kita. Tidak sahabat, bukan seperti itu. Kita hanya harus bersabar terhadap segala sesuatu yang menimpa kita dan menanti ketetapan Tuhan. Dan semuanya akan indah pada waktunya. Karena segala sesuatu yang baik akan selalu mengarah pada kebaikan.
Kekecewaan dan penderitaan akan selalu ada dalam hidup kita. Seakan-akan Tuhan selalu mengambil kebahagiaan yang ada pada kita. Tidak sahabat, bukan seperti itu. Kita hanya harus bersabar terhadap segala sesuatu yang menimpa kita dan menanti ketetapan Tuhan. Dan semuanya akan indah pada waktunya. Karena segala sesuatu yang baik akan selalu mengarah pada kebaikan.
Kekecewaan dan penderitaan telah membuat seekor
kerang biasa menjadi kerang luar biasa. Kekecewaan dan penderitaan pun akan
dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa.
Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati kita.
Label:
Artikel,
Bacaan,
Inspirasi Hari Ini
08.49
Matius
6:16-18 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang
munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka
sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah
mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu
dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang
berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Hal Berpuasa
Matius
6:16-18 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang
munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka
sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah
mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu
dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang
berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Puasa itu baik bagi iman kita. Agar kita bisa menahan diri dan mengisi
pikiran kita hanya dengan Roh Kudus. Waspadalah supaya kita jangan lagi
berpuasa dengan tujuan menyiksa diri atau dengan tujuan duniawi kita,
yaitu untuk hal-hal duniawi. Ada juga yang benar2 berpuasa, tetapi
membukanya dengan makanan yang berlimpah dan berkata: “Mari makan
sepuasnya, karena puasa sudah lewat”. Atau kamu berpuasa tapi
melihat-lihat hiburan. Sehingga pikiranmu dialihkan dari rasa lapar
sekaligus mengusir Roh Kudus itu menjauh dari pikiranmu. Atau kamu
sering berpuasa, tapi setelah lewat masa puasa kamu makan dengan
limpahnya.
Lukas 6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini
kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini
tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
Mereka
pikir itu bukan dosa. Bukankah bangsa Israel itu mati karena nafsu rakus
mereka makan puyuh yang halal itu? Lihat Sodom dengan kedurhakaan dan
dosa seksual yang besar.
Yehezkiel 16:49 Lihat, inilah
kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang
berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya
perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin.
Makanan yang belimpah membuat sulit membuat keputusan yang baik dan
rusaknya karakter. Inilah yang dipelajari oleh para pebisnis serta
marketing. Supaya mudah mendapatkan persetujuan, pembelian atau
perjanjian kontrak, dsb, mereka akan mengajak sasaran mereka untuk makan
sepuasnya. Sehingga mereka akan berhasil membujuk dengan cara yang
halus.
Orang yang berlimpah makanannya sulit untuk menang
terhadap pelanggaran. Makanan daging, makanan yang berbumbu makanan
pedas, seafood, semua itu merangsang pikiran sehingga tidak tidak cukup
kuat untuk pendirian teguh pada Tuhan. bahkan makanan yang menyehatkan
tapi dimakan secara berlebihan juga merusak karakter. Mudah menyerah
pada godaan, tidak berpikir panjang, pemarah, pembenci, pendendam. Kamu
yang tidak pernah mau mengotrol selera makanmu, tidak bisa membuktikan
kebenaran dari stat ini. Ketika datang amaran2 baik, gantinya kamu
memperbaiki diri, kamu akan sakit hati dan menolak amaran2 itu dengan
berkata: “kamu sok2an, sok benar, berlagak tahu, menganggap diri
sempurna. Tapi biarlah, walau aku sakit, aku mengampuni”.
Apakah rasa sakit hatimu adalah bukti bahwa kamu mengampuni dengan kuasa Roh Kudus?
Hari ini kamu bersabar, tapi jika badai penganiayaan itu dilepas oleh
Tuhan dengan diangkatnya Roh Kudus dari bumi, maka sakit hatimu benar2
akan berubah menjadi, kebencian dan penganiayaan. Kamu akan benar2
mencari umat2 tebusan, supaya sedapat mungkin kamu dapat mencari-cari
kesalahan untuk memenjarakan umat Tuhan itu, bahkan membunuh beberapa
orang yang diijinkan Tuhan untuk mati sahid.
Kamu yang memilih
selamat, Waspadalah terhadap orang2 seperti itu. Tinggalkan selera
makanmu yang jahat, sebelum itu merusak hubunganmu dengan Tuhan.
Ketika meninggalkan itu semua, kamu akan merasa lemas. Itu karena zat2
perangsang yang ada pada makanan2 tersebut. Tapi itu tidak akan
berlangsung lama. Hal yang sama akan terjadi pada saat seseorang berada
dalam proses berhenti merokok.
Biarkan mereka yang keras
kepala untuk amaran ini. Kerjakan keselamatan kita dengan meminta
kekuatan hanya pada Yesus Kristus. Sebab bukan atas kehendak manusia
amaran2 ini datang. Saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang hidup pada
jaman ini akan tahu mana kebenaran dan mana yang sesat. Dan mereka akan
memilih tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Sudah seharusnya para pemberi
amaran akan dibawa ke pengadilan. Supaya dapat bersaksi dan didengar
oleh semua orang. Dan akan disiarkan disemua media. Semuanya hanya untuk
kepujian dan hormat bagi nama Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan
Juruselamat manusia..
08.47
Sahabat !
Burung Bangau
Written By Unknown on Rabu, 27 Februari 2013 | 08.47
Pada
suatu sore di tepi danau yang indah, sorang nenek terduduk di kursi rodanya,
ditemani oleh anaknya yang sudah berkeluarga. Si Nenek yang adalah ibunya itu bertanya, ” Nak, burung apa yang berdiri di
sana?” “Bangau, Ma ..” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak
lama kemudian si Mama bertanya lagi, ” Burung yang warna putih yang dua
sana (Menunjuk kearah burung bangau) ! burung apa itu sayang?” Sedikit kesal anaknya menjawab, ” Ya…. bangau, Mama..!”
Beberapa
saat kemudian ibunya kembali bertanya, ” Lantas burung apa itu?” Ibunya
menunjuk burung putih tadi yang sedang terbang. Dengan nada kesal si anak menjawab, ” Ya.. BANGAU MAMA !!.. KAN SAMA AJA! KOK
MAMA GA LIHAT DIA TERBANG!”
Mendengar
bentakan si anak, hanya air mata yang menetes dari sudut air mata si Mama,
sedih mendengar perkataan anaknya terhadap dirinya saat ini
Sahabat !
Sadarkah kita, bahwa kitalah si anak itu, berapa kalikah bertanya untuk hal yang sama, 1 kali ? 4 kali
? atau bahkan berkali - kali ! Tetapi Mama dengan tetap sabar dan penuh kasih menjawab
sampai kita benar-benar puas. Sedangkan, Mama hanya bertanya 3 kali, kita
sudah membentaknya 2 kali…
Mama ikhlas melakukan apa saja demi kita anaknya dan semua dilakukannya tanpa pamrih
sedikit pun, jadi sudah seharusnyalah kita menyayangi Mama dengan
ikhlas. Jangan pernah sakiti hatinya…
Keluaran 20 :12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Label:
Artikel,
Bacaan,
Inspirasi Hari Ini














